Drone Dan Teknologi UAV

Beranda » POST » Drone Dan Teknologi UAV

Apa Itu Drone Dan Teknologi UAV. Di bawah ini kita akan menganalisa sains dan teknologi drone di balik DJI Phantom UAV yang dikembangkan oleh DJI sebuah perusahaan inovatif yang bermarkas di Shenzhen China. Kita juga akan menggali banyak informasi tentang teknologi drone terbaru dari drone terbaru yang ada di pasaran.

Jenis dan Ukuran Drone

Drone UAV hadir dalam berbagai ukuran, dengan yang terbesar banyak digunakan untuk keperluan militer seperti drone Predator. Ukuran berikutnya adalah pesawat tak berawak, yang memiliki sayap tetap dan membutuhkan landasan pacu pendek. Ini umumnya digunakan untuk mencover wilayah yang luas, bekerja di area seperti survei geografis atau untuk memerangi perburuan satwa liar.

VTOL Drone

Ukuran drone berikutnya adalah yang dikenal sebagai drone VTOL. Ini umumnya quadcopter tetapi tidak semua. Pesawat tanpa awak VTOL dapat lepas landas, terbang, melayang, dan mendarat secara vertikal. Arti sebenarnya dari VTOL adalah “Vertical Take-Off and Landing”.

Beberapa drone UAV kecil terbaru seperti DJI Mavic Air 2 membawa VTOL ke level berikutnya dan dapat diluncurkan dari telapak tangan Anda.

Pemosisian Radar & Kembali ke Rumah

Drone terbaru memiliki Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS) ganda seperti GPS dan GLONASS.

Drone dapat terbang dalam mode GNSS dan non satelit. Misalnya, drone DJI dapat terbang dalam mode P-Mode (GPS & GLONASS) atau mode ATTI, yang tidak menggunakan GPS.

Navigasi drone yang sangat akurat sangat penting saat terbang, terutama pada aplikasi drone seperti pembuatan peta 3D, survey landscape dan misi SAR (Search & Rescue).

Saat quadcopter pertama kali dinyalakan, ia mencari dan mendeteksi satelit GNSS. Sistem GNSS kelas atas menggunakan teknologi Satellite Constellation.

Pada dasarnya konstelasi satelit adalah sekumpulan satelit yang bekerja sama memberikan cakupan yang terkoordinasi dan tersinkronisasi, sehingga saling tumpang tindih dalam cakupannya. Lewat atau cakupan adalah periode di mana satelit terlihat di atas cakrawala lokal.

UAV Drone GNSS Pada Pengendali Jarak Jauh Stasiun Ground

Teknologi radar akan memberi sinyal berikut ini pada tampilan kendali jarak jauh.

Memberi sinyal bahwa cukup banyak satelit drone GNSS yang terdeteksi dan drone siap terbang.

Menampilkan posisi dan lokasi drone saat ini dalam kaitannya dengan pilot
Catat titik awal untuk fitur keamanan ‘Kembali Ke Rumah’. Sebagian besar UAV terbaru memiliki 3 jenis teknologi drone Return to Home dengan beberapa skenario sebagai berikut:

Pilot memulai kembali ke rumah dengan menekan tombol pada Remote Controller atau di aplikasi

Tingkat baterai rendah, di mana UAV akan terbang secara otomatis kembali ke titik awal

Kehilangan kontak antara UAV dan Remote Controller, dengan UAV terbang kembali secara otomatis ke titik asalnya

Teknologi Mavic Air 2 terbaru dapat merasakan hambatan selama pengembalian otomatis ke rumah.

Teknologi Deteksi Rintangan Dan Penghindaran Tabrakan

Drone berteknologi tinggi terbaru sekarang dilengkapi dengan sistem penghindaran tabrakan. Ini menggunakan sensor deteksi hambatan untuk memindai lingkungan, sementara algoritma perangkat lunak dan teknologi SLAM menghasilkan gambar menjadi peta 3D yang memungkinkan drone untuk merasakan dan menghindar.

Sistem ini menggabungkan satu atau lebih sensor berikut untuk merasakan dan menghindari;

Sensor Visi
Ultrasonik
Inframerah
Lidar
Waktu Penerbangan (ToF)
Eyes Vision

DJI Mavic 2 Pro dan Mavic 2 Zoom memiliki sensor halangan di 6 sisinya. Mavic 2 menggunakan sensor Vision dan Inframerah yang digabungkan ke dalam sistem visi yang dikenal sebagai Penginderaan Rintangan omni-directional.

Sistem penginderaan halangan DJI Mavic 2 adalah teknologi drone teratas. Mavic 2 akan merasakan objek, lalu terbang mengitari rintangan di depan. Itu bisa melakukan hal yang sama saat terbang mundur. Atau arahkan kursor jika tidak memungkinkan untuk terbang mengitari rintangan.

Teknologi ini dikenal dengan APAS (Advanced Pilot Assistance System) pada drone DJI Mavic 2 dan Mavic Air.

Pada Desember 2019, drone Skydio 2 dirilis. Ini juga memiliki penghindaran rintangan di semua sisi.

Teknologi otonomi Skydio 2 memvisualisasikan dan menghitung apa yang terjadi di sekitar drone. Itu kemudian dapat dengan cerdas memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya dan akan membuat keputusan yang akurat beberapa kali dalam satu detik.

Quadcopter Skydio 2 menggunakan kamera 6 x 4K untuk membuat peta 3D di sekitarnya, yang akan mencakup pohon, orang, hewan, mobil, bangunan, dan banyak lagi.

Stabilisasi Giroskop, IMU, dan Pengontrol Penerbangan

Teknologi stabilisasi giro memberi drone UAV kemampuan terbangnya yang mulus.

Giroskop bekerja hampir seketika dengan kekuatan yang bergerak melawan drone, membuatnya tetap terbang atau melayang dengan sangat mulus. Giroskop memberikan informasi navigasi penting ke pengontrol penerbangan pusat.

Unit pengukuran inersia (IMU) bekerja dengan mendeteksi laju percepatan saat ini menggunakan satu atau lebih akselerometer. IMU mendeteksi perubahan dalam atribut rotasi seperti pitch, roll, dan yaw menggunakan satu atau lebih giroskop. Beberapa IMU menyertakan magnetometer untuk membantu kalibrasi terhadap penyimpangan orientasi.

Giroskop adalah komponen dari IMU dan IMU adalah komponen penting dari pengontrol penerbangan drone. Pengontrol penerbangan adalah otak pusat drone.

Leave a Reply

Your email address will not be published.